Minggu, 18 November 2007

Mother....

Mamah...

Gue pernah menenpatkan kebecian gue ke mamah... Semua serasa ga adil dimata gw kalo menyangkut masalah mamah... Dulu menurut gw mamah hanya memprioritaskan kedua kakak laki-laki gue. Hal itu memang terbukti, dari sikap sampe sifat, mama ga jarang buat gue kecewa.
Tapi dewasa ini gw sadar kalo mamah adalah sosok yang sempurna pa adanya. Beliau memang seperti itu. Mamah melampiaskan rasa sayangnya sama gue dengan cara yang rude, dan gue baru ngerti itu sekarang. Karena hal itu bikin gw jadi Deena yang kuat dan mandiri, seharusnya gue bersyukur bukan??? Selain itu gue ngeliat bahwa kasih sayang mama yang besar buat dia ga ada tandingannya di dunia ini.
Mamah... punya sosok yang ngelengkapin hidup gw selama ini. Kalo ga ada dia mungkin gw ga bisa ngerasaain yang namanya dunia yang penuh tawa, keluarga yang sempurna, teman seduka, saudara secita...

Kamis, 30 Agustus 2007

Father...

Papa....

Papa adalah sosok yang paling "berpengaruh" dikehidupanku. Diantara semua saudaraku, akulah yang paling dekat dengan Papa. Papa orang yang berbeda sekarang tetapi sosok "bijaksana" dari seorang Papa ga pernah hilang. Papa orang yang memiliki pendirian yang kuat, bertanggung jawab, disiplin, dan pekerja keras.
Dulu Papa orang yang menyeramkan dimata kami anak-anaknya. Mungkin karena Ideologi dirinya akan kedisiplinan yang menyebabkan dia menjadi orang yang berwatak keras. Papa adalah anak ketiga dari 7 bersaudara. Dia sudah bekerja keras dan berperan menjadi kepala rumah tangga sebelum dia bertemu dengan Mama. Papa dilahirkan dikeluarga yang kurang berkecukupan, setidaknya itu yang kudengar. Mungkin hal itulah yang membuatku kagum akan dirinya.
Karakter seorang Papa masih disegani oleh anak-anaknya sampai sekarang. Papa memang orang yang paling kuat dan paling besar dulu, tapi sekarang kedua kakak laki-lakiku sudah melebihi tingginya dan jelas kekuatannya juga. Tapi hal itu tidak merubah keadaan. Pernah suatu hari dibulan puasa, kedua kakakku bertengkar sengit karena hal sepele, Papa yang berusaha untuk melerai pertengkaran itu jatuh tersungkur hanya karena sedikit kekuatan dorongan tidak sengaja kakakku. Saat itu kami semua disuruh berkumpul diruang keluarga. Papa negeluarin ikat pinggannya dang melampirkan ke kepalan tanggannya. Jujur situasi itu membuat kami berempat takut setengah mati.
Papa menjadi pedoman untuk anak-anaknya. Papa yang sekarang adalah orang yang lembut, mungkin karena usianyalah yang mempengaruhi hal itu. Atau mungkin dia melihat anak-anaknya yang sudah mandiri dan dewasa. Hanya Tuhan yang tau apa yang ada didalam hatinya.
Jika aku ditanya siapa tokoh yang paling kukagumi didunia ini, jawabnya cuma 1 "Bapakku". Aku tidak pernah menyesal akan didikan yang diberikan ayahku dahulu. Karena jika bukan karena didikannyalah kami tidak akan seperti ini sekarang. Hal itu yang disadari kakmik ketika dia berhasil melalui pendidikannya dan menjadi sarjana. Kakmik sadar jika tidak karena ayahku yang keras akan keputusannya meminta Kakmik menuntaskan pendidikannya kejenjang Sarjana. Mungkin Kamik tidak akan berhasil sampai ke jalannya sekarang.
Terima kasih Papa... Sudah mempertahankan Dina dalam kehidupan ini... sejujurnya ketika mama bercerita papa pernah berkata "Aku sanggup ga makan demi menghidupi Anak-anakku" itu adalah hal yang paling melekat dibenak Dina....

'bout Me....

Tentang Aku....
Aku lahir tepat 21 tahun yang lalu di bulan oktober. Di keluar ga aku anak terakhir dari 4 bersaudara. 1 sister and 2 brothers. Untuk saat ini aku tinggal di Semarang. kota yang menjadi hometownku karena aku berkuliah dimari. Keahlianku adalah bahasa inggris, maka dengan jalan itu aku berkuliah di bidang Sastra Inggris di salah satu Universitas swasta yang cukup terkenal di Semarang.
Bagiku hidup udah sempurna adanya. Keluarga yang harmonis memang mampir dihidupku. Kebahagiaan dan kasih sayang ga pernah kurang di jalanku. Aku dan semua kakak-kakaku di didik secara disiplin oleh orang tua kami. Itu yang membuat semua dari kami menjadi tough, mandiri, dan independent.
Dari dulu Papa selalu menekankan bahwa yang lebih tua usianya harus dihormati, walau perbedaannya hanya 1 bulanpun. Aku memandang semua sama rata, sejajar. Entah itu cewe atau cowo, kuat atau lemah bahkan Kaya atau miskin.
Aku cewe yang idealist, perfectionist, dan independent. Aku ga percaya akan yang namanya Cinta, mungkin karena aku belum pernah merasakannya tapi dilain pihak aku sadar itu bukan hanya karena soal belum merasakan, ini juga soal cara pandangku akan sesuatu.
Aku percaya Kasih sayang, itu yang kudapatkan dari Papa, Mama, dan ketiga Kakakku yang tergolong posesif terhadap adek terakhirnya ini. Sebelumnya aku ga ngerti apa itu kasih sayang dan posesif. Tapi akhirnya datang malaikat kecil yang membawa senyuman indah dikehidupanku. Icha namanya, keponakanku yang satu ini telah mengajarkanku semua...
Bagiku hidup sudah lengkap, dan karena itu aku bersyukur sekali mendaparkan keluarga seperti ini.